Laporan Kewirausahaan Medan, Juni 2020
USAHA KREDIT EMA
Dosen penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Disusun Oleh:
Nur Choliza Nasution
191201025
HUT 2B
PROGRAM STUDIKEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat, nikmat dan anugerah-Nya sehingga Laporan Kewirausahaan ini dapat terselesaikan dengan baik. Laporan Kewirausahaan yang berjudul “Usaha Kredit Ema” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan di Departemen Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan Laporan Kewirausahaan ini, terkhusus Kepada Bapak Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M.Si selaku dosen mata kuliah Kewirausahaan. Penulis juga mengucapkan terima kasih juga khususnya kepada narasumber yang telah memberikan informasi kepada penulis. Dan kepada segenap asisten mata kuliah Kewirausahaan yang telah memberkan pengarahan dan bimbingan dalam pembuatan laporan praktikum ini. Serta terimakasih kepada orangtua yang telah menyediakan segala fasilitas saya selama perkuliahan dalam jaringan ini.
Demikianlah Laporan Kewirausahaan yang saya tulis ini. Tidak lupa kritik dan saran yang membantu saya harapkan agar laporan ini dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi semua yang membacanya dan terkhusus bagi penulis sendiri.
Medan , Juni 2020
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR………………………………………………………..i
DAFTAR ISI……………………………………………………………….....ii
DAFTAR GAMBAR……….………………………………………………...iii
BAB I PROFILE USAHA
1.1. Biodata Usaha ...................................................................................1
1.2. Pendahuluan.......................................................................................1
1.3. Latar Belakang Usaha .......................................................................3
BAB II URAIAN PRESTASI
2.1. Kesuksesan Dari Narasumber ...........................................................6
BAB III PENDEKATAN KREATIF
3.1. Kiat-Kiat / Teknik Berwirausaha.......................................................8
3.2. Inovasi Dalam Menghadapi Covid-19 ..............................................9
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan...............................................................................................10
Saran ........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
HalamanGambar 1. Foto Narasumber ……………….....................................................1
Gambar 2. Foto Kesuksesan Narasumber …….................................................6
Gambar 3. Contoh Barang Jualan ……...……..................................................7
Gambar 4. Contoh Pemesanan Pelanggan ……………………………………7
BAB I
PROFILE USAHA
1.1 Biodata Usaha
Nama Usaha : Jasa Kredit Ema
Nama Pengusaha : Fatimah Nasution
Alamat : Jl. Tirta Deli Gg. Kemuning No. 16 Tanjung Morawa
Tempat, Tanggal Lahir : Tanjung Morawa, 14 Desember 1996
No Whatsapp : 085805615195
Berdiri Sejak : 2015
(Gambar 1. Foto Narasumber (Sumber: Pribadi, 2020))
1.2 Pendahuluan
Pengaruh pendidikan kewirausahaan selama ini telah dipertimbangkan sebagai salah satu faktor penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan hasrat, jiwa dan perilaku berwirausaha di kalangan generasi muda. Terkait dengan pengaruh pendidikan kewirausahaan tersebut, diperlukan adanya pemahaman tentang bagaimana mengembangkan dan mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha muda yang potensial sementara mereka berada di bangku sekolah. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa keinginan berwirausaha para mahasiswa merupakan sumber bagi lahirnya wirausaha-wirausaha masa depan. Sikap, perilaku dan pengetahuan mereka tentang kewirausahaan akan membentuk kecenderungan mereka untuk membuka usaha-usaha baru di masa mendatang (Indarti, 2008).
Kata entrepreneurship yang sering diterjemahkan dengan kata kewiraswastaan akhir akhir ini diterjemahkan dengan kata kewirausahaan. Entrepreneur berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprendre yang artinya memulai atau melaksanakan. Wiraswasta/wirausaha berasal dari kata Wira yang artinya utama, gagah berani, luhur; swa yang artinya sendiri;dan sta yang artinya berdiri: usaha yang artinya kegiatan produktif . Dari asal kata tersebut, wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri. Di Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri (Hadiyati, 2011).
Secara umum posisi wirausahawan adalah menempatkan dirinya terhadap risiko atas guncanganguncangan dari perusahaan yang dibangunnya (venture). Wirausahawan memiliki risiko atas finansialnya sendiri atau finansial orang lain yang dipercayakan kepadanya dalam memulai suatu. Ia juga berisiko atas keteledoran dan kegagalan usahanya. Sebaliknya manajer lebih termotivasi oleh tujuan yang dibebankan dan kompensasi (gaji dan benefit lainnya) yang akan diterimanya. Seorang manajer tidak toleran terhadap sesuatu yang tidak pasti dan membingungkan dan kurang berorientasi terhadap resiko dibandingkan dengan wirausahawan. Manajer lebih memilih gaji dan posisi yang relatif aman dalam bekerja (Yaghoobi, 2010).
Wirausahawan lebih memiliki keahlian intuisi dalam mempertimbangkan suatu kemungkinan atau kelayakan dan perasaan dalam mengajukan sesuatu kepada orang lain. Dilain pihak, manajer memiliki keahlian yang rational dan orientasi yag terperinci (rational and detailed-oriented skills). Wirausaha merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri tidak bergantung kepada pemerintah atau pihak-pihak lain dalam menghadapi segala tantangan persaingan. Inti dari kewirausahaan adalah pengambilan resiko, menjalankan sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan baru, pendekatan yang inovatif, dan mandiri (Hadiyati, 2010).
Kreativitas adalah inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif adalah : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi dan juga selektif dalam berbagai hal (Saiman, 2014).
Inovasi merupakan pengenalan dan aplikasi yang disengaja dalam pekerjaan, tim kerja atau organisasi mengenai ide, proses, produk atau prosedur yang baru dalam pekerjaan, tim kerja atau organisasi, yang dirancang untuk menguntungkan pekerjaan, tim kerja atau organisasi tersebut. Inovasi merupakan proses no-linear dari dua komponen meliputi implementasi kreativitas dan inovasi. Pada awal proses, kreativitas mendominasi dan kemudian, akan didominasi oleh proses implementasi inovasi. Inovasi dalam kewirausahaan terbagi atas dua tipe inovasi yang membentuk keuntungan bagi suatu usaha dengan cara yang berbeda yaitu inovasi produk dan inovasi dalam proses pengerjaan (Reswanda, 2011).
1.3 Latar Belakang Usaha
Usaha ini bergerak dalam jasa kredit barang, yang mana barang barang yang dikreditkan tergantung pada pemesanan pelanggan. Pelanggan berasal daerah sekitaran Medan, Tanjung morawa dan Lubuk Pakam. Usaha ini telah dijalankan selama kurang lebih 5 tahun yang dirintis sendiri oleh Kakak Fatimah Nasution yang dikenal dekat dengan pangggilan Ema dengan bekal ilmu berwirausaha dan modal yang tidak terlalu besar yang diberikan oleh orangtuanya. Beliau adalah seorang wanita kelahiran 14 Desember 1996. Ibu Fatimah memiliki riwayat pendidikan terakhir Sarjana Manajemen dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Usaha ini dimulai Kak Ema pada umur 19 tahun tepatnya saat beliau masuk ke perguruan tinggi. Saya mengetahui jelas bagaimana latar belakang kak Ema memulai usaha ini karena beliau adalah kakak kandung saya sendiri, dan saya mendapatkan informasi lebih banyak dan akurat. Kak Ema memiliki hobi dalam bidang fashion. Sejak usianya 15 tahun beliau sangat suka membeli barang-barang dengan brand lokal ataupun brand luar seperti baju, tas, dompet, sepatu, jam tangan dan aksesoris lainnya. Dan bila beliau merasa bosan dengan barang itu beliau akan dengan mudah menjual barang yang sudah pernah dipakainya kepada teman-temannya.
Setelah beliau lulus dari jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas sayangnya beliau tidak diterima di perguruan tinggi negeri manapun. Beliau berpikir dengan kondisi ekonomi keluarga yang cukup atau pas pasan akan menambah beban bagi orangtuanya untuk membiayainya kuliah di perguruan tinggi swasta. Hal ini yang menjadi motivasinya untuk memulai usaha ini ditambah lagi dengan perkataan orangtuanya yang sangat mempengaruhi perasaan dan pikirannya “Ayah tidak punya harta untuk dibagi ke kalian, Ayah hanya bisa bagi ilmu dagang kepada kalian”. Lantas setelah beliau masuk kuliah disitulah beliau memikirkan untuk memulai usaha ini dengan meminta bantuan modal dari orangtuanya dan diberi sekitar Rp. 3.000.000,00. Dan setelah usahanya mulai mengembang beliau meminjam modal dari orangtuanya sekitar Rp. !7.000.000,00.
Usaha jasa kredit barang ini dimulai dari kecil kecilan, barang barang yang beliau belanjakan ditawarkan kepada teman-teman kampus dan tetangga sekitar rumah. Beberapa bulan kemudian kabar usaha jasa pengkreditan ini didengar sanak family dan orang banyak dan sekarang beliau memiliki pelanggan sampai ke daerah Lubuk Pakam. Beliau memanfaatkan media sosial dalam hal ini, beliau bisa menjajahkan foto-foto barang-barang ready ataupun barang sesuai kebutuhan pelanggannya di akun sosial medianya. Barang-barang yang awalnya hanya berupa barang fashion sekarang bertambah menjadi barang barang perabot rumah tangga, barang keperluan rumah tangga bahkan alat elektronik seperti handphone dan lainnya.
Metode dari usaha ini ialah: pertama, beliau akan membelanjakan barang barang yang akan dikreditkan atau barang pesanan pelanggan dari modal yang dipunya. Selanjutnya barang akan diantar ke rumah pelanggan dan menyerahkan barang dengan pelanggan memberikan uang muka atau dikenal dengan DP (Down Payment). Dan pelanggan akan membayar uang sisanya dengan waktu yang telah ditentukan misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali sesuai dengan kesepakatan.
BAB II
URAIAN PRESTASI
2.1 Kesuksesan Dari Narasumber
Pemilik usaha jasa kredit barang ini merupakan wanita kelahiran Tanjung Morawa, Deli serdang alumni fakultas Ekonomi UMSU dengan gelar yang disemat dalam namanya Fatimah Nasution, S.M telah mencapai kesuksesannya dan khususnya membanggakan orangtua dan meringankan beban kedua orangtuanya. Beliau berhasil menamatkan masa kuliahnya selama 3,5 tahun dengan biaya kuliah dari hasil usahanya ini tanpa meminta bantuan dari orangtua dan siapa pun. Penghasilan selama menjalankan usaha ini terhitung sekitar Rp. 2.000.000,00./ bulan.
Dengan adanya penghasilan dari usaha ini beliau membuktikan bahwa beliau dapat menamatkan kuliahnya yang terbilang membutuhkan biaya yang lumayan besar. Beliau bisa memberikan suatu kebanggaan kepada orangtua dan keluarganya. Dan dimasa kuliahnya beliau sudah mampu mencukupi kebutuhannya yang terbilang royal. Sekarang beliau telah memiliki pekerjaan tetap di Dinas Perpajakan Tanjung Morawa dan tetap melanjutkan usaha ini. Bahkan sekarang beliau sudah memiliki agen tetap yang mendistribusikan barang barang dengan jasa kredit itu ke daerah yang lebih luas.
(Gambar 2. Foto pencapaian Narasumber (Sumber: Pribadi: 2020))
(Gambar 3.Contoh Barang Jualan (Sumber: Narasumber, 2020))
(Gambar 4. Contoh Pemesanan Pelanggan (Sumber: Narasumber, 2020))
BAB III
PENDEKATAN KREATIF
3.1 Kiat-Kiat / TeknikBerwirausaha
Dalam membangun, mengembangkan serta mempertahankan usaha jasa kredit ini tentunya Kak Fatimah memiliki kiat-kiat atau teknik untuk bisa tetap mempertahankan dan mengembangkan usaha yang dijalankannya. Beliau memiliki kiat yang dapat dilakukan, dan dapat kita jadikan inspirsi dalam memulai usaha, yaitu menghilangkan rasa gengsi, disiplin, bertanggung jawab dan bekerja keras. Berikut pemaparan kiat kiat sukses berwirausaha yang saya dapatkan dari narasumber:
1. Menghilangkan Rasa Gengsi
Hal pertama dan paling utama yang harus dilakukan dalam memulai usaha ialah menghilangkan rasa gengsi yang ada pada diri kita. Kita harus membuka pikiran kita bahwa berwirausaha akan membuka peluang kita bisa sukses di usia muda, kita dapat membanggakan orangtua dengan hasil yang kita dapat nantinya. Jangan takut dinilai rendahan karena berdagagang, justru Nabi besar kita juga melakukan hal yang sama di masa hidupnya. Jadi jangan malu untuk mencoba, jangan takut gagal.
2. Disiplin
Setelah memulai usaha kita harus disiplin dalam segala hal. Disiplin dalam membagikan waktu, disiplin dalam memilih suatu hal. Yang mana yang lebih dahulu harus dikerjakan. Jika kita sudah disiplin maka pola hidup lambat laun akan berubah, kita akan menjadi orang yang bijak, cerdas dan dewasa.
3. Bertanggung jawab
Berwirausaha harus memiliki sifat bertanggung jawab yang tinggi. Kita harus dapat memporsikan diri dalam keadaan apapun. Kapan saatnya menjadi mahasiswa, apan saatnya jadi anak dalam kelurga, kapan saatnya menjadi pengusaha. Apapun yang terjadi kita harus menerima resiko dan tetap harus bangkit dari masalah karena dari kedisiplinan kita sudah memutuskan suatu hal dan harus bertanggung jawab akan pilihan tersebut.
4. Bekerja Keras
Dan hal terakhir ialah bekerja keras. Jangan pernah puas akan segala hal yang pernah kita capai. Tetap terus mencoba inovasi baru meskipun harus melewati tantangan dan rintangan bagaimanapun.
3.2 Inovasi Dalam Menghadapi Covid-19
Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini merupakan suatu tantangan bagi Kak Fatimah. Yang mana dalam kondisi ini segalanya menghambat proses berjalannya usaha ini. Tapi Kak Ema tetap bekerja keras agar dapat menjalankan usaha ini. Dengan tidak bisanya keluar rumah terlalu sering untuk menghubungi pelanggan, Kak Ema lebih memanfaatkan media sosial. Beliau mengganti metode belanja barang pesanan yang harusnya dilakukan di pusat pasar Medan dengan belanja online dari aplikasi Shoope dan semacamnya. Pengantaran barang dan pembayaran pun dapat dilakukan meski dalam kondisi Social distancing. Pengiriman barang dapat dilakukan dengan menggunakan jasa pengiriman barang dan pembayaran pun dapat dilakukan dengan aplikasi m-banking atau transfer antar bank.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
1. Usaha yang dijalankan oleh Kak Ema ini merupakan usaha jasa kredit barang disekitaran daerah tanjung Morawa, Medan dan Lubuk Pakam.
2. Pencapaian atau kesuksesan yang telah diraih oleh Kak Ema dari usaha sampingan yang dilakukannya ini ialah meringankan beban orangtuanya, membiayai uang kuliah sendiri tanpa bantuan siapapun, membeli barang barang impiannya, dan lainnya.
3. Kiat kiat dan teknik yang dilakukan dalam memulai, mempertahankan dan mengembangkan usaha ada 4 yang utama, yaitu hilangkan rasa gengsi, disiplin, tanggung jawab dan kerja keras.
Saran
Sebaiknya, dalam memulai usaha kita harus memiliki pendirian dan kepercayaan diri serta rasa berani yang tinggi. Jangan takut untuk memulai suatu hal yang baru sebelum mencobanya.
DAFTAR PUSTAKA
Hadiyati, E. 2010. Pemasaran untuk UMKM (Teori dan Aplikasi), Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Malang: Bayumedia.
Hadiyati, Ernani. 2011. Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. 13 (1).
Indarti, N., Rostiani, R. 2008. Intensi Kewirausahaan Mahasiswa: Studi Perbandingan Antara Indonesia, Jepang dan Norwegia. Jurnal Ekonomika dan Bisnis Indonesia. 23 (4).
Reswanda. 2011. Pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Pembelajaran Organisasi, Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan dan Kinerja Usaha pada UMKM Kerajinan Kulit Berorientasi Ekspor di Sidoarjo, Jurnal Disertasi Unair.
Saiman, L. 2014. Kewirausahaan (Teori, Praktik, dan Kasus-kasus), edisi kedua. Salemba Empat, Jakarta.
Yaghoobi, Salarzehi, Aramesh & Akbari, 2010, “An Evaluation of Independent Entrepreneurship Obstacles in Industrial SMEs”, European Journal of Social Sciences, pp. 33-45.
Postingannya bermanfaat banget. Jadi paham gimana cara buat laporan. Lanjut ke makalah kak wkwkwk
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap....menambah wawasan. Ditunggu blog selanjutnya Cha
BalasHapusMantap ca
BalasHapusSangat mengispiratif
Bahasanyaa sangat mudahh dipahamii, bagus sekaliii
BalasHapusGreat! Bisa nambah wawasan nih, semangat kak ca♥️🔥
BalasHapusMantapp... semangat trus, semoga bermanfaat bagi mahasiswa lainn
BalasHapusSangat memotivasi semangat terus caa
BalasHapusSangat memotivasi semangat terus caa
BalasHapusbagus sekali
BalasHapusSangat bermanfaat dan bahasanya sangat mudah di pahami
BalasHapusBagus cha☺
BalasHapusbagus sekali, sangat mengispirasi
BalasHapusBagus chaa, sangat menginspirasii
BalasHapusBagus sekali Cha, menginspirasi
BalasHapusWowww bagus banget ca
BalasHapusKreatifff
BalasHapusMantappp caaa
BalasHapusSangat bagus dan memotivasi banyak orang
BalasHapusMantap cha , sangat membantu. Tetap semangat yaww😊
BalasHapusBagus, sangat membantu dan memotivasi semua orang
BalasHapusMantep cha
BalasHapus